6.13.2009

puisi berantai

PUISI PERJUANGAN


FANO : Saat itu rembulan menerangi malam. Kau datang padaku dan tersenyum manja. Kulihat parasmu tertimpa cahaya rembulan, begitu cantik bagaikan…………..

NANDIK : Cemohan, cibiran dan kritikan tertuju padaku dengan persiapan yang amat sistematis, tetapi aku tak gentar !!! Dengan kitab suci di tangan kiri, rosario dalam mantol dan tongkap di tangan kanan, menyandang……..

WAWAN : Keranjang telur kubawa berkeliling tiap hari. Telur merupakan penyambung hidupku. Semua model telur kujual. Telur ayam, telur bebek dan juga telur………
#################################################

FANO : Sayang kau tersenyum padaku, aku pun tersenyum tanda cintaku padamu. Malam itu, kau dekatkan mulutmu ke telingaku seraya berbisik………

NANDIK : Kebakaran……….kebakaran…..tolong…..tolong…..!!! Semua rakyat harus berani memekikan kata itu. Sekali lagi, semua berteriak………..

WAWAN : Telur……..telur………telur! Begitu aku menjual telur setiap hari. Panas dan hujan bukanlah rintangan. Satu persatu kuelus telurku sambil berkata lirih, AYAMKU…………..
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

FANO : Aku cinta padamu sayang. Wahai hatiku berbunga. Kubelai rambutmu yang hitam berderai. Kulekatkan sabda-Nya ke hatimu……………..

NANDIK : (keras) Jiwa-jiwa manusia harus kita rebut. Kita harus menang. Terlalu lama direnggut setan. Mulai detik ini, kita harus……..

WAWAN : Bertelur banyak-banyak demi kelangsungan hidup kita. Oh ya….aku pernah melihat bagaimana telur dapat keluar. Kuperhatikan ayam itu dengan seksama dan……..
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
FANO : Kukecup dengan mesra. Kau mendesah dalam pelukanku. Kau semakin bergairah. Lalu kau rapatkan tubuhmu ke tubuh…………

NANDIK : Perhimpunan kecil anak-anak sejati Maria, diserang, dianiaya (Dm13), sekali-kali aku tak gentar. Dengan doa yang menggelora dan semangat membara kuangkat sejanta cinta kasih dam keadilan; kubidik dan kutarik pelatuknya dan……

WAWAN : PLANG……..!!! Telurku keluar. Dan segera kumasukan dalam…….
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

FANO : Mulutmu, oh sayang……..Ternyata kita sama-sama dalam keadaan……………..

NANDIK : Bernafsu untuk saling membunuh, menfitnah dan mencaci maki. Serbu…..balaslah…berlari dan mengangkat tinggi-tinggi……..

WAWAM : Keranjang telurku kini tak ada gunanya. Aku sedih karena telurku yang……….
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

FANO : Dimabuk cinta. Semoga kita sama-sama berbahagia di hari ini. Boleh kau tangisi penderitaan dan kepedihan hidupmu, tapi bukan tangisan kebohongan. Aku siap menyeka air matamu dengan……….

NANDIK : Granat dan senapan keras. Sekeras tekadku untuk mengusir penjajah. Kembali kumuntahkan peluru-peluru yang……..

WAWAN : Sudak busuk!! Tak tahu lagi apa yang harus dijual. Aduh……..telurku. Ayam-ayamku…………
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&


FANO : Sambutlah tanganku ini. Tenanglah ! diamlah ! wajahmu akan…..

NANDIK : Kucabik-cabik semua kekuatan setan. Kuhancurkan hingga rata tanah dan aku akan………

WAWAN : Makan cacing yang gemuk, agar ayamku dapat seperti…..
***********************************************

FANO : Sayangku , kau akan……..

NANDIK : Kutusuk sampai mati. Bila pasukan setan tak mau menyerah…..lihatlah aku masih punya banyak……..

WAWAM : Telur……dan ayamku, maukah engkau………………..
*************************************************

FANO : Menikah denganku?????...........dan kita akan tinggal di pondok depositoku yang indah. Hanya kita berdua. Lalu kau akan melahirkan……….

NANDIK : Imam-imam, yang bebas sesuai dengan kebesan-Mu, sama sekali tidak lekat hati, tanpa ayah, ibu, saudara, saudari, sanak keluarga, persahabatan duniawi, tanpa harta dan tanpa kehendak sendiri yang membuat engkau harus………..

WAWAN : Bertelur lagi. Lalu akan kubawa lagi keranjang telur berkeliling dan kujual……….
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

FANO : Anak-anak manis Maria dan St. Montfort. Mereka akan bermain di taman gembira dan kadang-kadang berkelahi….

NANDIK : Sampai titik darah penghabisan, aku harus berjuang membela dan mempertahankan…………….

WAWAN : ayam-ayamku bertelur……
#################################################

FANO : Di pangkuanku, sayang…….Alangkah bahagianya kita, jika………

NANDIK : Maju, bertempuh bersama, bertaruh nyawa!!!...dan mungkin aku akan menjadi……….

WAWAN : Induk ayam yang baik, mana telur-telurmu………
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

FANO : Dalam dadaku sayang, ada cintamu. Sayang kalau kau mau, kau menjadi………..

NANDIK : Imam-imam yang gugur di medan misi, yang dikenang menjadi……..
WAWAN : Anak ayam yang sehat, setelah telurku menetas di dalam………
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

FANO : Kamar itu, kurekuh tubuhmu yang montok. Kutelusuri lekak lekuknya dan………

NANDIK :DOOOOOOOOORRR !!!!!! kulepaskan tembakan peringatan, memblokir musuh di markasnya sambil…………..

WAWAN : Kutimbang telur yang masih direbus. Kukupas lalu kumakan. Ah……….betapa nikmatnya………….

FANO : Malam ini, bersamamu P. Santino, P. Richard dan teman semuanya. Kita bersama melangkah menjalin kasih dan persaudaraan dalam “SEMANGAT ST. MONTFORT”.



Sekian dan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar