6.13.2009

ringkasan kspb

Kewibawaan Alkitab

1. kesaksian alk
Pemikiran kita ttg kewibawaan dan pengilhaman alk harus mulai dng kenyatan bahwa alk adalah berita yang lansung diberikan Allah. Pertanyaan yang muncul adalah :
• Apakah boleh memakai kesaksian alk untuk menguatkan pengakuan itu?
• Kalau kita menjadikan alk sebagai hakim pertama dan terakir dalam persoalannya sendiri, bukankah itu jelas cara untuk menghindari pertanyaan itu?
• Bukankah kita sudah mengandaikan hal yang harus kita buktikan?
Jawaban,
a. Dalam hal ini kita tidak membaca alk, untuk menyelesaikan persoalan, but untuk mencari penerangan. Mungkin alasan rational kita bisa mempertanggungjawabkan persoalan itu, tetapi pada akirnya kewibawaan alk kita terima karena IMAN.
Dkl, kita hanya menerimanya karena pengilhaman dan kesejatian alk merupakan suatu bagian( mutlak perlu) dalam pernyataan Allah. Dan hanya kerena itulah kita mengakui bahwa alk kaidah tertinggi bagi iman dan hidup.

Pertanyaan yang muncul,
Adakah tuntutan alk akan kewibawaan itu? kalau ada apa maknanya?
Jawaban:
Dalam PL dan PB terkandung tuntutaan akan kewibawaan yang melebihi kewibawaan manusia, bahkan dalam banyak tempat hal itu dikatakan dengan langsung dan terang.

Keberatan:
Bahwa seringkali kawibawaan dituntut hanya bagi pem beritaan yang diberitakan jadi bukan bagi catatan tertulis yang melanjutkan pemberitan itu kepada kita. Pengilhaman dituntut bagi mereka tidaklah berarti bahwa itu juga dituntut bagi orang yang menghimpun catatan tentang perbuatan dan ajaran mereka. Ddk, tidak ada jaminan bahw laporan dalam alk adalah laporan yang “kata demi kata” tentang pemberitaan yang diberitakan.

Sanggahan terhadap keberatan di atas:
Teristimewa dalam PB dengan menyebut PL, kewibawaan benar-2 dituntut tentang yang tertulis dalam alk. Cth jwban Yesus: Yesus menjawab iblis dengan berkata ‘ada tertulis’. Hal ini dengan jelas mau menunjukan bahwa Yesus sendiri mengakui pengilhaman dan kewibawaan firman yang tertulis, terutama kesaksian nabiah atas kematian dan kebangiktan-Nya sendiri. Kesaksian para rasul juga atas kewibawaan Illahi dari alk juga sama terangnya.
Dalam semua Injil tekanan yang berat diletakan pada nubuat yang telah diilhamkan tentang pekerjaan dan pribadi Yesus sendiri.



b. Jikalau kita menanyakan akibat dari kesaksian ini timbulah muncul beberapa hal penting:
 tidak ada suatu teori yang diajarkan tentang pengilhaman. Ada 2 pihak yang bekerja yakni MANUSIA YANG MENULISKAN DAN ROH YANG MENGILHAMKAN DAN MENGAWASI (bdk Yoh, 14:26; 2 Ptrs, 1:21).
 Ddk, tidak diragukan bahwa akirnya rohlah yang mempunyai inisiatif dan yang mengusai. Akan tetapi, tidak menghilangkan watak penulis. Pengilhaman dihubungkan kususnya dengan pengertian penulis-2 PL tentang karya Allah pada zaman yang akan datang.
c. Bahwa sejarah seperti yang diutarakan dalam PL diakui kebenarannya oleh segenap PB. Misalnya Yesus tidak pernah mempersoalkan hubungan Musa dengan hukum Taurat dll. Tak dapat disangkal bahwa kepercayaan PB akan kewibawaan PL benar-2 meliputi kebenaran tulisannya tentang sejarah selain kebenaran tulisannya tentang agama atau dogma. Hal penting bahwa kalau alk percaya akan pengawasan dan campur tangan Allah Yang Mahakuasa, so tidak ada bukti yang lebih nyata dan menentukan atas pengawasan dan campur tangan Allah ini, dari pada peristiwa-2 pusat dalam Injil yaitu:
kehidupan , kematian dan kebangkitan Yesus.

Septuaginta (LXX):
 Terjemahan bhs Yun ini mungkin lebih cocok dengan aslinya drpd naskah .
 Tujuan terjamahan is untuk memberikan maksud yang sebenarnya dan # memberikan terjemahan kata-2.
 Karena perbedaan-2, yang pasti is karena perbedaan dalam struktur asal bahasa, so terjemahan yang lebih bebas dan dekat dengan arti aslinya drpd terjemahan harafiah.
 Bagi penulis-2 PB LXX is terj yang sudah dipertimbangkan dengan baik dan sudah lama dipakai.

Konklusi:
 Janganlah mengartikan apa yang dikatakan dalam tuntutan diri alk, lebih luas daripada yang dinyatakan dalam alk itu sendiri. cth ttg penulis dan waktunya sering lebih banyak dikatakan oleh tradisi daripada alk.
 Alk dengan tegas menyatakan asalnya dari Allah, sifat dan kewibawaan yang illahi.
 Dalam alk dengan terang terungkap bahwa beritanya dari Allah
 Kewibawaannya dari roh kudus melalui manusia.
 Diakui bahwa kata-2 nabi dan pristiwa-2 sej yang diceritakan ada pengaruh dari Allah
 Kesaksian alk bahwa alk is firman Allah yang tertulis menuntut kita untuk percaya atau tidak.





AJARAN REFORMASI
 Para reformator membangun ajaran mereka tentang alk, diatas dasar kesaksian alk tentang alk itu sendiri. Alasanya karena teologi mereka is T basic iman dan berpegang pada pernyataan Allah. Batu loncatan mereka is jg tanggapan iman terhadap panggilan berita alk.
 Mereka menerima berita itu seperti yang dituntut oleh alk itu sendiri dan arena setia to tuntutan itu mereka berusaha memahami alk seperti alk menerangkan dirinya sendiri.
 Mereka berpandangan bahwa T harus dibangun di atas dasar yg rational. Mereka used akal budi untuk menjawab dan menanti pernyataan Allah.
 Mereka percaya bahwa alk diberika oleh Allah dan dilhamkan dalam isi dan bentuknya. (= grj abad pertengahan),
 Mereka menerima pengilhaman dan kewibawaan alk. CONTOH Ahli zaman modern memandang Luther dan Calvin sebagai pengkritik alk yang pertama/ sbg orang yang membedakan antara isi yang hidup dalam alk dan kata-katanya, ddk berpndanagan lain dengan pengikut-2 mereka yang lebih LEGALISTIS. Akan tetapi, justru sebaliknya mereka (L & C) memuji-muji kewibawaan kata-2 dalam alk.
 Para reformator tidak said bahwa alk is kewibawaan satu-2nya. Tetapi tidak berlebihan jikalau mengatakan bahwa mereka manganggap alk is kewibawaan TERTINGGI DAN SEGALA KEWIBAWAAN LAINYA TERALIRKAN DAN ADA DI BAWAHNYA.

Tekanan atas kewibawaan tertinggi dan kecakupan alk dimaksudkan untuk menentang ajaran abad pertengahan yang mengatakan bahwa kewibawaan tradisi dan gereja bersama-sama dan sama dengan kewibawaan alk.
• Para reformator mengakui bahwa semua bagian alk yang kanonik adalah diilhamkan dan berwibawa, tetapi tidak dipandang bahwa semua bagian adalah sama pentingnya. Ini bermaksud untuk menentang penganut aliran ANABAPTIS yang tidak menyetujui ajaran pengilhaman PL yang penuh. PL adalah bagian yang amat penting dari kesaksian Allah atas Yesus dan atas kebenaran yang menyelamatkan. PL dan PB merupakan kesatuan, PL is persiapan dan PB merupakan penggenapan.
• Semua bagian alk telah diilhamkan dan berwibawa, but tidak semua bagian sama penting, ajaran para reformator. Dalam arti inilah alk is sama sifatnya dengan Gereja sebagai tubuh Kristus. (= konsep pemahaman dalam seluruh anggota tubuh).
• Zwingli dan Luther memberikan beberapa pegangan yang tidak begitu berbeda: apakah suatu bagian alk penting atau tepat mengena is tergantung pada soal bagaimana ia melayani hal-2 berikut:
 Memasyhurkan kemuliaan Alllah,
 Menyatakan dan memuja Tuhan Yesus Kristus,
• Para reformator menekankan pentingnya arti harafiah dari alk, but tanpa mengurangi kedaulatan roh kudus dalam hal memakai dan menerapkan berita alk. Mereka berpandangan bahwa RK tidak hanya mengilhamkan alk, but menentukan penerapan alk untuk kedua tujuannya dan RK yang sama menyakinkan orang untuk percaya bahwa berita alk is berwibawa sebagai keberanan yang dinyatakan oleh Allah,
• Calvin contoh untuk menunjukan keistimewaan-2 dan sifat-2 yang membuktikan bahwa alk is buah penghilhaman:
 Mutu kesustraannya,
 Kekunoaannya,
 Kedalaman,
 Kesederhanan,
 Maknanya dalan sej,
 Ketelitiannya dalam menubuatkan apa yang akan terjadi. Akan tetapi, dasar pengakuan is keyakinan dalam hati tentang kebenaran alk, yang pasti ada kalau RK menerapkan kebenaran ini pada jiwa seseorang. Ddk, kebenaran tuntutan alk tidak dapat dijadikan soal intelektual dan akademis saja. Kebenaran ini harus dikenal lewat pengalaman seperti segala aksioma, via hati, dan iman.
• PR memandang tinggi alk dan pengilhaman.
• Alk is firman Allah yang tertulis, diberikan dan diterapkan oleh RK.
• Alllah is Tuhan atas alk, bahwa suaranya-lah yang harus didengar sebelum alk dapat bekerja.

ALIRAN-ALIRAN MODERN
1. Pandangan roma katolik.
o Satu sisi ini # pandangan modern karena sudah ditetapkan sebelum konternte (1545-1563) dan belum diubah sebagi dasar ajaran Rm katolik,
o Sisi lain ini ajaran modern, sebab mengandung persoalan dari zaman sekarang malahan dari setiap zaman.
o Alk sebagai kaidah iman, ajaran Rm katolik mirip dengan ajaran grj ortodoks:
 Firman A is kaidah mutlak,
 Segala tafsiran dr perseorangan ditolak,
 Alk langsung diilhamkan dari A,
 Alk segenapnya dapt dipercaya # hanya dari segi sej mlnkan jg ajarannya,
Grj katolik tidak membenarkan kritikan yang berdasarkan akal/ sej yang merusak.
Pertanyaan yang muncul:
 Apakah alk? Jawabannya, grj Ktlik Rm alk t/d PL dan PB termasuk apokrip dari PL. Ddk kitab-2 yang tidak dimasukan dalam daftar kitab-2 yang diilhamkan dan berwibawa dianggap sama bobot nya dengan kitab-2 kanonik adalam pembicaran tentag ajaran.
 Siapakah yang dapat menafsir alk?
Dalam PL alk ditafsir oleh Musa dan dan para imam. Kini penafsiran alk is hak grj, yang berbicara melalui pernyataan-2 “ex cathedara” dari paus, via ketetapan-2 dari konsili, pernyataan-2 dari betugas mengajar. Jadi alk ada kewibawaan akan tetapi di samping alk ada kewibawaan yang berhak untuk menerangkan dan kepada kewibawaan ini semua orang katolik harus tunduk. Alk yang resmi dengan penafsiran yang resmi itulah diakui sebagai kaidah yang benar dan jabatan paus is kewibawaan yang terakir dalam menafsir alk.
 Cukupkah alk sebgai iman/ adakah kaidah lain di sampingnya untuk melengkapi?
Jawabannya: Alk tidak cukup. Sebelum alk ada sudah ada tradisi lisan dan sekarang pun di samping alk ada jg tradisi ( baik mengenai ajaran maupun adat dalam gereja) yang berasal langsung dari para rasul.
Tradisi sama kewibawaan dengan dengan alk. Tradisi yang berwibawa t/d ajaran-2 yang diakaui di mana-2 (cth maria tetap perawan) dan bentuk adat yang dipatuhi oleh grj katolik Rm (mis baptisan anak), adat yang terang kuno meskipun tidak dapat dibuktikan asalnya dari para rasu (waktu puasa), adat yang dipatuhi oleh grj-2 yang didirikan oleh seorang rasul yang kini hanya satu grj katolik Rm ( maria dikandung tanpa noda). Akibat dr semuanya is tuntutan alk di kesampingkan dalam banyak hal dalam hidup dan pemikiran. Kung orng Rm katolik modern mengajarkan bahwa ALK IS yang pertama, but sayang tidak ada bukti yang kuat bahwa pandangan mereka ini diterima oleh umum dalam persekutuan mereka.

PROTESTANISME LIBERAL
 Aliran yang baru dalam segala segi, sebab meskipun ada gejala-2 yang senada dalam sej, timbulnya dan pertumbuhannya hampir seluruhnya is pada zaman sesudah reformasi.
 Liberalisme tidak melalui jalan “penetrasi damai”
 Aliran ini dibentuk dari 5 aliran;
Rasinalisme, yang dalam bentuknya palinng baik, seperti Neologi Jerman berusaha memperkecil kekristenan yang dinyatakan oleh Allah dan menjadikanya sama dengan agama buatan akal manusia. Bentuk yang paling jelek is seperti sikap voltaire, menertawakan kekristenan dan menolaknya sebab bertentangan dengan akal manusia.
Empirisme/historisme: yang tujuan pokoknya is menyelidiki kekristenan dengan segala penampakannnya dengan cara penyelidikan sej semata-mata.
Poetisisme: seperti Herder dan para pengkritik alk yang dulu, memperlakukan alk seperti memperlakukan buku puisis yang memuat kebenaran-2 religuis baik emosional maupun rational dalam bentuk yang indah.
Pietsisme emosional; kusus dalam ajaran yang paling penting dari Schleiermacher, yang menerangkan ajaran-2 kekristenan, jg ttg alk menurut pengalaman perasaan religius # menurut akal, sej dan puisi.
Idealisme falsafah; bentuknya yang terakir yang diajarkan oleh Hegel yang memberitakan penafsiran menurut akal manusia dengan dasar falsafah istimewa yaitu dasar yang berpangkal pada ego orang yang berpikir. Kelima aliran di atas yang bersama-sama merupakan tantangan liberaslis(@ humanisme) bagi ajaran ortodoks ttg kewibawaan alk.

ISI TANTANAGAN
 Katuhahan Allah yang transendens dan perbuatan Allah yang adikodrati ditolak.
 Akibatnya alk harus dibaca menurut akal manusia/ menurut sej/ buku puisi/ buku agama, but # sebagai firman Allah.
 Alk dijabarkan hingga sama dengan buku manusia biasa, mungkin diakui kebaikannya tetapi tidak lebih tinggi daripada buku lainnya.
 Alk memang diilhamkan but sama sperti buku-2 lainya jg diilhamkan oleh allah yang ada dalam segala waktu.
 Alk dapat keliru karena memang bersifat manusiawi dan segala sesuatu yang bersifat manusiawi dapat keliru. Jadi alk tidak dipelajari sebagi berita dari allah , firman tentang keselamatan. But dipelajari sebagai buah pikiran orang lain.
 Soal dasariah yaitu tentang isi pernyataaan allah sang pencipta dan juruselamat tidak terpikirkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar