6.13.2009

ringkasan kosmologi

KOSMOLOGI
1. Tempat kosmologi dalam keseluruhan filsafat
Ad. 1. Pengertian
• Secara etimologi kata kosmologi berasal dari kata kosmos ( susunan, ketersusunan yang baik) dan logos ( ilmu, kata, pembicaraan) >< dengan kata khaos : keadaan kacau balau, tidak teratur, acak-acakan.
• Kos merupakan pengetahuan tentang alam/ dunia. Ia menyelidiki dunia sebagai suatu totalitas menurut dasarnya. Jd, suatu penyelidikan holistik.
• Obyek material kos is dunia sejauh kita alami seutuhnya.
• Obyek formalnya tidak terlepas dari hakikat dari filsafat itu sendiri sebagi scientia per ultimas causas yaitu pengetahuan yang mencoba menggali obyek material tsb secara sangat mendasar dan mendalam.
• Secara tradisional kos is bagian dari fils alam/ kuno. Fils alam is pengetahuan filosofis mengenai benda-2 mati dan hidup.

a1. Kosmologi sebagai filsafat mengenai alam,
• Tempat kos dalam keseluruhan filsafat yaitu sebagai bagian dari metafisika kusus
• Tiga hal disoroti yaitu dunia, manusia, dan Tuhan.
 Manusia menyusun O sentral dari filsafat sebagai suatu antropologi integral dan radikal, suatu refleksi atas manusia dalam adanya, mengetahui dan betindak.
 Tuhan is terminus terakir dari penyelidikan filosofis.
• Manusia lahir dalam dunia, tinggal dalam dunia, hidup dan selanjutnya ia berkontak dengan dunia.
• Dunia # hanya lingkungan hidupnya but merupakan O pengetahuanya dan tindakannya serta sarana dalam memperkembangkan kepribadiannya.
• Manusia merupakan bagian utuh dari dunia. Karena ia is spiritus incamatus: roh yang membadan
• Man mempunyai sesuatu yang umum/sama dengan binatang dan tumbuhan. Akan tetapi, manusia berbeda dengan binatang dan tumbuhan.
• Ada 3 jenis kehidupan yang biasa disebut yaitu; vita vegetative, sensitive dan intellective.
• Filsafat alam # hanya bagian dari filsafat but juga membentuk fase permulaan dari refleksi filosofis. Dalam agama-2 dan mitologi-2 kuno semua hal dimulai dengan suatu kos dan kosmogoni (yun ‘kosmos/dunia, gone/gignesthai lahir/melahirkan.) Ini is konsep legendaris mengenai asal-usul pembentukan dunia.
• Kos dan kosmogoni mempunyai visi, satu deskripsi, interpretasi mengenai dunia, fenomen-2 kekuatan-2, dan asal-usulnya.
• Problem alam semesta dihadapi oleh filsuf Ionia mengenai dunia. Mana elemen pertama dari dunia. Dari sini lahirlah ajaran-2 dari beberapa filsuf uyang tampak pada beberapa sekolah kebijaksanaan.

a2. Hubungan kosmologi dengan ilmu pengetahuan.
• Suatu perkembangan ilmiah tanpa disertai perkembangan filsafat secara mendasar akan mengarah pada situasi dishuman/tidak manusiawi
• Sebaliknya perkembangan pemikiran filosofis tanpa diimbangi dengan akibat-2 ilmiah tetap tinggal tidak realistis. Hal ini sangat dirasakan sekarang di mana kebud dan peradaban dunia menemukan diri mereka dalam perkembangan pengetahuan dan teknik di mana ia didasari.
• Yang paling dekat is epistemology.
• Kos is pemahaman dasar sejauh dapat dipertanggungjawabkan secara kritis. Struktur-2 kosmos yang pokok dan norma-2 yang terukir di dalamnya dipelajari secara lansung. So kos menjadi pengantara. Komunikasi ini sftnya ‘mencoba memahami’
• Epistemology sangat penting karena meneruskan refleksis atas segi arti dari pemahaman itu dan menerangkan hakikat pengetahuan manusia tentang dunia, then menetapkan kriteria/normanya bagi ke benaran pengetahuan.
• Kos mempelajari manusia dan kosmos menjadi ‘O’ dalam arti suatu kenyataan obyektif dan berdikari dengan struktur dan arahanya sendiri.
• Sdgkan epistemology mempelajari ‘S’ menurut keterlibatanya mengenai kosmos.

Ad.2. Beberapa sekolah filsafat kuno
a. Phytagoras
• Dari bilangan yang satu ke yang lain ada jaraknya dan jarak yang teratur akan menghasilkan sesuatu yang harmonis. Cth dalam bdg musik.
• Pemikirannya kadang disebut metafisika bilangan.
• Dunia itu harmoni yang, mendamaikan hal-2 yang berlawanan.
• Kosmos seluruhnya berisi hal-2 yang berlawanan.
• Ada banyak prinsip: terbatas-tidak batas, ganjil-genap, kanan-kiri dll
• Pusat alam semesta # bumi but api.
• Menurut mitologi Yun api ini dikenal di dunia karena jasa Promotheus.
• Api is ibu segala dewa dan nantinya ini tafsir sebagai matahari, dari sini muncul pemikiran mengenai Hellenisme dari Kopernikus.

b. Elea (di Italia Selatan) tokohnya (Parmenides, Zeno, Melossos)
 Parmenides : realitas itu keseluruhan yang bersatu >< Heraklitos; semua itu gerak dan perubahan, tidak ada yang tetap. Baginya ada dua jalan yg pertama disebut jalan kebenaran; (yang ada itu ada, dan yang tidak ada itu tidak ada dan pentinglah itu tidak ada) dan kedua jalan pendapat; (kosmologi bersandar pada dua prinsip berlawanan yang disebut gelap dan terang).
 Zeno; memperkenalkan dialektika dan berbicara mengenai ruang kosong (bagi dia ruang kosong itu tidak ada) >< pluralitas (kebanyakan) dan gerak
 Melissos; yang ada itu satu, yang ada tidak berhingga menurut waktu dan ruang.

c. Empedokles
• Ia mengajarkan 4 unsur yaitu api (panas); udara (dingin); air (basah/lembab) juga mengenai cinta dan benci.
• Ada 4 jaman; pertama cinta itu dominan, benci mulai masuk, setelah itu benci yang dominan dan akirnya cinta kembali dominan.

d. Anaxagoras
 Penengah masalah yang dihadapi oleh sekolah Elea.
 Ia setuju dengan ketidakmungkinan bahwa yang tidak ada itu ada. Realitas jumlahnya tidak terbatas.
 Ada banyak unsur dan unsur itu is benih>>> menyatakan diri dalam fenomena, memiliki bentuk, warna, rasa, dan benih itu tidak hanya kekal juga tidak dapat berubah.
 Tidak berhingga secara kualitatif juga kuantitatif, tidak hanya terbatas dalam kebesaran juga dalam kekecilan.
 Ia menolak 4 anasir dari Empedokles. Ke-4 unsur itu tinggal dalam satu materi dasar yang mendahului elemen itu. Oki materi tersusun dari partikel materi tanpa batas.

e. Teori atomisme
• Dua tokoh yaitu Leucippos danDemokritos.
• Realitas itu banyak unsur>>tidak dapat dibagi-bagi si disebut atomisme( a+tomos; Yunani).
• Atom-atom terdari 3 hal;
a. susunan; bsa bulat, kubik, piramid
b. figur; bisa miring, vertikal, horizontal
c. posisi; bs di depan, belakang, samping dll
• Tafsiran mereka terhadap alam is eleatis,
• Ada eleatis, mutabilitas dan multiplisitas dari fenomen,
• Pentinglah kaitan antara ada dan menjadi.
• Demokritos ; ada dan tidak ada itu ada. Ada is penuh dab tidak is kosong. Tetapi yang penuh menuntut kekosongan agar menjaga gerak lokal(motus lokalis) dan multiplisitas.
• Then mc # lagi memusatkan lagi pada alam semesta but manusia menjadai sentrum penyelidikan filsafat.

2. Manusia dan dunia
a. ego berefleksi
 M. Heiddiger said that; sein ist meit sein= ada itu ada bersama.
 Yang lain is kompleks so mc harus keluar dari dirinya untuk ada bersama alam, diri sendiri dan sesama serta Tuhan.
b. kesadaran ego di dunia
 Ego tidak pernah sendirian.
 Ego #lah O primodial sama sekali dari kesadaran.
 Kesadaran bahwa kita ada di dunia serta dunia ada bagi ego.
 Kesadaran berarti relasi antara aktivitas psikis dengan O.
 R. Descartes: cogito ergu sum.
 Sedangkan intens adalah hub natara subyek dengan O
 Tiga hal yang mendasar: ego, dunia dan ada. Ketiganya tak dapat dipisahkan.
 Ego # ada tanpa dunia dan dunia tidak ada tanpa ego; dan ada itu tdk ada kalau tidak sejauh saya/ego ada dalam dunia dan dunia ada to saya/ego
 Ego dan dunia ada dan ada bersama.
 Ego dan dunia # dua hal but mereka hanya satu hal. Berbeda but tidak terpisah.
 Heiddiger said in der welt sein: ada is ada dalam dunia.
 Ego is pusat dunia, lingkaran dan lingkungan.
 Dunia is lingkungan ( Umwelt) saya tu hdp ( lebenwelt), tinggal ( welttall).

c. Ego-ego yang lain dalm dunia.
 John Donee : no man is island
 Dapat ditemukan dalam hidup bersama.
 Analisis terhadap ego-egio yang lain di dunia harus dilenglapi yaitu pengalaman dari ego-2 yang lain. Saya mengeti saya sejauh saya mengerti ego yang lain.
 Saya dimengerti dan diafirmasi sebagi suatu ego di antara ego yang lain.
 Kehidupan dan pengalaman saya di dunia merupakan suatu kehidupan bersama dengan yang lain.
 Kesadaran akan diri saya bukan ada sejak lahir melainkan tunbuh sedikit demi sedikit.
 Kesadarab akan ada saya di dalam dunia tidak dapat direduksi hanya pada lateritas dari suatu ego yang unik dan benda-2 yang lain, juga ada-ada manusiami sebagai O’’ murni, buit secaraperludan pertama-tam ego yang lain sebagai S yang berpikir dan hidup sebagai saya dalam dunia pe ngalaman saya.

d. Dunia Benda-Benda.
e. Pengalaman akan kelahiran dan kematian
 Dua hal yang paliung penting dalam diri ego: kelahiran dan kematian. Keduanya misteri dan tidak ada ornag yang mengerti secara tuntas. Dari sini kita hanya dapat mengetahui yang lain. Kita disadarkan pada temporalitas radikal (terbatas pada ruang dan waktu) dan kontigensi ego di dunia ( sementara). Dengan dibatasi oelh waktu dan kontigensi orang berpikir : mungkin, tidak mungkin, mutlak dan kontigensi.
 Mungkin: id qoud potest esse/ itu yang dapat ada. Tidak harus ada/ tidak ada yang dapat ada.( realitasanya blm ada)
 Tidak mungkin: id quod non potest esse/ itu yang tidak dapat ada.
 Mutlak : id quod non posit non esse/ itu yang tidak dapat tidak ada ( harus ada secara mutlak).
 Kontigens/tempora:: id quod possit non esse/ itu yang dapat tidak ada.

Soal;
a. Mengapa perlu kembali ke visi manusiawi terhadap dunia.
 Ilmu penget. Mengalami kritis akibat positif dan negatif dari saintisme
 Rekasi ekstirmnya lahir sikap anti terhadap intelektualisme dan ratinalisme, malahan ilpe di sangkal.
 Setiap Ilpe yang tidak menempatkan manusia sebagai sentrum so tidak dihargai.
 Melihat relasi mc dengan alam tidak baik so kembali ke visi manusiawi. Alasannya
• Yang ideal dari obyektivitas dan subyektivitas absolut tidak dapat diwujudkan( selalu campuras antara O vitas dan S vitas). Quraquid relipitur ad modum recipientis recipitur! Kapasitas penginderaan terbatas pada O-nya. Namun, kita bisa mengenal dunia via indera. Apapun yang ditangkap selalu akan diterima menurut cara ada dari yang menerima.
• Manusia sebagai pengamat juga pelaku ( observer dan aktor) # penonton pasif yang mengobservasi tanpa bertindak. Manusia harus mengambil keputusan terhadap apa yang diobservasi. ( 3 bdg: fisika atomis dan sub atomis, biologis dan psikologis).
• Manusia is bagian dari dunia untuk diobservasi. Partisipasi maunusia di dalam alam, spiritus incarnatus ( roh yang membadan), manusia sebagai mahkota ciptaan/hierarkinya dan tindakan manusia di dalam alam # demi adanya dan pengetahuannya but lebih demi sebagai aktivitas bebasnya dalam berproduksi so manusia juga mencintai alam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar