9.15.2009

ibdat panggilan montfortan

MULUT YANG DIPENUHI SABDA INJIL
(Ratio no. 14)


SUSUNAN
1. Lagu BB1
2. Tanda salib
Hadirlah di tengah kami ya Tuhan,,,,,,maka ,,,,,,,
Semoga rahmat dan damai cinta kasih Yesus Kristus selalu beserta kita....amin.
3. Pengantar
Konfrater yang terkasih dalam Kristus,,,,
Selamat sore dan selamat bertemu kembali pada ibadat panggilan tahunan kita. Tema ibadat penggilan kita sore ini; MULUT DIPENUHI SABDA INJIL. Apa yang mau dikatakan dari tema ini untuk kita sekarang? Dalam bacaan yang diambil dari surat Paulus kepada Jemaat di Rm; 10:8-15, kita akan menemukan jawaban atas apa yang Montfort maksudkan tentang tema ini. Di sana dikatakan bahwa “jikalau kamu mengakui dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dengan hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamat,.....dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Jadi, mulut yang dipenuhi sabda injil adalah mulut yang pertama-tama harus “mengakui” atau ada “pengakuan iman”, dan “percaya dengan hati” sehingga kita dengan penuh keberanian dapat mewartakan injil Yesus Kristus kepada sesama.
Konfrater yang terkasih,,,,marilah kita mohon dalam ibadat panggilan ini, agar kita dimampukan untuk mewartakan kerajaan Allah di mana saja kita hidup dan berada serta mohon agar Tuhan memanggil sebanyak mungkin orang untuk membaktikan diri pada-Mu melalui panggilan menjadi biarawan/wati, kususnya menjadi imam dan bruder Montfortan.

4. Doa pembuka
Marilah berdoa....
Allah yang Maha kasih, Putera-Mu Yesus Kristus Kau utus ke dunia ini sebagai wujud nyata dari cinta-Mu kepada kami. Ia hidup bersama kami dan selama hidup-Nya telah mewartakan injil serta menyebarkan kerajaan Allah. Melalui para murid dan orang yang Engkau panggil untuk mengambil bagian dalam tugas yang sama, Engkau ingin agar sabda-Mu dan kerajaan-Mu yang telah Engkau bangun tetap mekar dan bertumbuh. Berikanlah kami keberanian agar dapat keluar dari diri kami dan karuniakanlah kami perkataan yang benar agar kami dapat mewartakan injil rahasia kepada sesama kami. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu melalui Yesus Kristus putera-Mu yang hidup dan berkuasa dalam persatuan dengan roh kudus, Allah kini dan sepanjang masa. Amin.

5. Bacaan, Rm; 10:8-15

Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
6. Lagu
7. Renungan
Konfrater yang terkasih dalam Kristus,,,,
Pada awalnya saya bingung, dan sok ketika menerima tema ibadat ini dari seksi rohani. Apa yang saya mau bicarakan mengenai tema ini MULUT DIPENUHI SABDA INJIL (Ratio no 14).

Para konfrater yang terkasih,,,
Sebagai murid Kristus, kita semua dipanggil dalam tugas perutusan Kristus dan mengambil bagian secara penuh dalam menyebarluaskan/mewartakan kerajaan Allah di dunia ini. Mewartakan adalah kata yang mungkin dapat menghantar kita pada permenungan mengenai tema ibadat sore ini. Orang yang mewartakan adalah orang yang hampir pasti mulutnya sudah dipenuhi sabda injil. Maka, orang yang dipenuhi sabda injil dituntut suatau tindakan konkret untuk mewartakan injil. Untuk sampai pada hal ini, maka dari bacaan yang telah kita dengar tadi, kita mencoba melihat ada dua hal penting seorang pewarta; pertama, mengaku dengan mulut, kedua, percaya dengan hati.
Pertama, mengaku dengan mulut. Unsur pengakuan, penting dan mendasar bagi siapa saja yang mengambil bagian dalam tugas perutusan Kristus. Pertanyaannya, mengapa harus ada pengakuan? Kita tidak mungkin menjelaskan kepada orang lain mengenai seseorang, sementara kita sendiri tidak mengetahui apa-apa tentang orang yang kita sharingkan. Tentu saja kata mengakui tidak ada hubungan dengan pengakuan dosa, tetapi berkaitan dengan iman. Iman bahwa yesus adalah Tuhan. Kedua, percaya dengan hati.
Oleh karena itu, kita hanya mungkin dapat berseru kalau kita percaya dan kita hanya mungkin dapat percaya kalau kita mendengarkan tentang Dia, orang akan mendengarkan tentang Dia jikalau kita memberitakan, dan kita hanya mungkin dapat memberitakan-Nya jikalau kita diutus, sehingga orang dapat mengatakan : “"Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Para konfrater yang terkasih,,,,,
Bagaimana St. Montfort sendiri berbicara mengenai frasa ini. Ada dua hal yang digarisbawahi oleh Montfort; pertama, anak-anak Maria akan dipanggil menjadi api yang menyala dan kedua, anak-anak Maria dipanggil menjadi rasul-rasul yang sejati akhir zaman. Aktor utama yang memungkinkan anak-anak Maria menjadi api yang menyala dan rasul-rasul yang sejati akhir zaman adalah Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memampukan mereka (anak maria.,,,,), yang oleh Montfort berkata: “ dengan sabda injil bagaikan obor yang terang benderang di mulut, bertumbuh hari demi hari dalam kemampuan untuk mewartakan injil dari kelimpahan hati.” Roh Kudus jugalah yang menaruh dalam hati kita kerinduan untuk mewartakan injil melalui perkataan dan teladan hidup.

Konfrater....
Menjadi anak-anak Maria dan rasul-rasul sejati akir zaman menuntut suatu sikap keterbukaan hati pada dorongan roh kudus. Visi-misi komunitas kita amat memabantu kita untuk melihat sejauhmana kita sungguh-sungguh memberikan diri dan terbuka pada kehadiran roh kudus dalam tugas, rutinitas, pekerjaan kita. Nah, kalau kita menggunakan bahasa Montfort mengenai tema ini “ mulut dipenuhi sabda injil”, frasa ini menunjuk pada “ pribadi-pribadi yang seperti dan harus menjadi api yang selalu menyala, orang yang selalu siap menjadi pelayan. Pelayan yang bagaimana yang diinginkan oleh Montfort? Tidak lain adalah pelayan yang menyalakan api kasih ilahi di mana saja dan kapan saja. Untuk sampai pada hal ini, St. Montfort mengatakan; “Allah sendiri yang memberikan kefasihan lidah serta kekuatan untuk mewartakan kabar gembira.” Karena itu, kita sama seperti Montfort mengemban misi Allah yang sama dan bersama Montfort kita mendengungkan kembali kata-katanya ini : pergilah ke mana saja sesuai dengan panggilan roh kudus, dengan tujuan yang murni demi kemuliaan Allah dan keselamtan jiwa-jiwa (bdk. BS 58). Oleh karena itu, baiklah kita hari demi hari mengucapkan dan menjadi jiwa hidup kita apa yang diakatakan oleh St. Paulus: hidupku sama sekali tidak berharga kecuali aku memakainya untuk mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan Tuhan Yesus kepadaku, yaitu pekerjaan untuk memberitakan kabar baik kepada orang lain tentang kebaikan dan kasih Allah yang ajaib (bdk. Kis 20:24).
Bagaimana kita mewujudnyatakan hal ini? Dalam inspirasi Montfortan, Montfort memberikan arah yang jelas bagi kita, dalam menyalurkan karunia Bapa kepada orang lain dengan cara; mendekatkan diri sebagai sesama pada orang-orang yang kepadanya kita mewartakan injil, turut merasakan hidup, penderitaan dan harapan sesamanya itu, menerima seperti Kristus dan di dalam Kristus. Mungkin dalam hal inilah kita dapat menterjemahkan frasa ini. Sehingga orang dapat mengatakan : "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
8. Doa Montfortan (DM 12, 17, 22 )

DM 12
LIBEROS: Pelayan pelayan sejati Perawan murni!
Seperti halnya Santo Dominikus, dengan sabda Injil yang terang benderang di mulut, serta rosario di tangan, mereka memberi peringatan tanda bahaya bagaikan anjing anjing jaga, mereka menyala bagaikan api dan menyinari kegelapan dunia bagaikan sang surya.
Melalui ibadat sejati kepada Maria, di mana mana mereka menginjak kepala ular neraka. Yang dimaksud, ialah suatu ibadat batin yang tidak munafik; suatu ibadat lahiriah yang tidak sembrono; suatu ibadat cerah yang tak terpengaruh oleh sikap tak acuh; suatu ibadat yang tekun dan tenang, yang tidak terombang ambing oleh arus perasaan; dan akhirnya suatu ibadat yang suci kepada Maria, yang tidak didasarkan pada perhitungan perhitungan yang terlampau berani.
Dengan begitu kutuk Mu terhadap setan akan terpenuhi secara sempurna: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; dia akan meremukkan kepalamu" (Kej 3:15).

DM 17
Bilamanakah akan datang banjir api cinta kasih murni itu yang akan Kau nyalakan di seluruh bumi: Yang begitu lembut namun juga tak tertahankan, sehingga segala bangsa akan dinyalakan olehnya dan bertobat: Orang Turki, pemuja berhala, malahan juga orang Yahudi?
"Tidak ada orang yang terlindung dari panas sinarnya" (Mzm 19:7). Biarlah api itu menyala! (bdk. Lk 12:49). Biarlah api Ilahi yang dibawa Yesus ke bumi itu menyala nyala sebelum Engkau menyulutkan api kemurkaan Mu yang menghanguskan seluruh dunia.
"Apabila Engkau mengirim Roh Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi" (Mzm 104:30).
Utuslah Roh api murni itu ke bumi, untuk membangkitkan imam imam dengan semangat yang berapi api. Maka melalui tugas pelayanan mereka Engkau dapat membaharui muka bumi dan mengusahakan pembaharuan Gereja Mu.

DM 22
Pengikut pengikut para rasul ini akan menyampaikan pewartaan dengan sangat giat dan rajin, dan dengan daya menghimbau yang sedemikian rupa, sehingga di mana pun ia berkotbah, mereka dapat mengharukan hati dan semangat para pendengarnya. Engkau memberikan kata kata Mu, malahan mulut Mu dan kebijaksanaan Mu sendiri, yang tidak dapat dibantah oleh lawan mana pun (Lk 21:15).

9. Hening (instrumen)
10. Doa umat
11. Doa mohon panggilan

Ya Yesus, gembala ilahi. Engkau sendiri telah memanggil para rasul dan menjadikan mereka nelayan pemukat manusia. Panggillah sekarang juga pemuda-pemudi kami untuk mengikuti Dikau dan mengabdi kepadaMu. Berilah agar sekalian orang yang telah Engkau panggil, mengenal kehendakMu ini, dan menjadikannya kehendak mereka sendiri. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. (Kol 4:3).
Bukalah pandangan mereka terhadap seluruh dunia, bukalah telinga mereka terhadap begitu banyak permintaan mendesak mohon terang kebenaran dan kehangatan cinta sejati. Hendaklah mereka dalam kesetiaannya dalam panggilannya, bekerja sama membangun tubuhMu yang mistik itu dan dengan demikian meneruskan pengutusanmu. Jadikanlah mereka garam dan terang dunia. Berilah ya Tuhan, agar banyak pula pemuda-pemudi kami mengikuti panggilan cintaMu. Bangkitkanlah di dalam hati mereka keinginan, untuk hidup semata-mata menurut semangat injil dan menyerahkan diri bagi pengabdian kepada gereja. Berikanlah mereka kerelaan hati yang besar terhadap semua orang yang memerlukan pertolongan dan pengalaman cintakasih mereka.
Bersama St. Paulus kami ingin melantunkan kembali kata-katanya: “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.” (Ef 6:18-20) "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. (Roma 10:8). Demi Kristus tuhan kami. Amin.

11. Kidung Maria
12. Bapa kami
13.Doa penutup + berkat

Marilah berdoa.........
Bapa yang Mahamurah, Kami selalu bersyukur atas rahmat panggilan yang telah dan sedang mekar dalam diri kami. Namun, kami tidak cukup hanya bersyukur, tetapi kami selalu memohon berkat dan bimbingan-Mu agar kami dari hari ke hari selalu membaktikan diri kepada-Mu, seperti Maria kami selalu memelihara dalam hati kami rasa hormat dan sikap menyembah kepada Dia yang berkuasa melakukan “hal-hal yang besar”, sebab kuduslah nama-Nya!(bdk. Luk. 1,49). Doa ini kami sampaikan dengan perantaraan Kristus Tuhan dan pengantar kami, kini dan sepanjang masa. Amin
14. Lagu Montfortan/ANGGELUS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar